Saturday, February 6, 2010

Ponsel Windows Incar 20% Pasar Ponsel Lokal

PT Microsoft Indonesia memproyeksikan adopsi sistem operasi ponsel miliknya, Windows Phone, mencapai 20% dari total sistem beredar di Indonesia tahun ini. Karlin Christina, Mobility Marketing Manager Business Marketing Organization PT Micorosft Indonesia, mengungkapkan berdasarkan tahun fiskal 2009 penggunaan Windows Phone di Indonesia mencapai 10%.

Angka tersebut disumbangkan dari seri ponsel Samsung dengan adopsi hingga 50%, selanjutnya diikuti Sony Ericsson 20%, serta dalam jumlah kecil dibagi antara Motorola dan HTC.

"Kami menargetkan adopsi sistem tahun ini bisa naik, sedikitnya double digit, seiring dengan beredarnya berbagai ponsel cerdas yang mengadopsi sistem kami, " katanya kepada Bisnis.

Windows Phone, yang merupakan penyegaran dari nama awal Windows Mobile, adalah salah satu dari sekian sistem operasi ponsel selain Symbian, BlackBerry, iPhone, dan yang terbaru Android dan Bada.

Saat ini, perusahaan peranti lunak terbesar itu sudah mengembangkan versi terbaru Windows Phone 6.5 yang diadopsi oleh sebagian ponsel cerdas yang dibanderol di atas Rp2 juta per unit.

Meski demikian, pangsanya masih kalah dibandingkan sistem operasi Symbian yang diadopsi Nokia dengan pangsa hampir 50%. Hal ini sejalan dengan dominasi penjualan pabrikan asal Finlandia itu.

Karlin melanjutkan pihaknya optimistis naik karena saat ini gencar mempromosikan versi terbaru sistem operasinya yang sudah digunakan oleh Samsung Omnia Pro dan Sony Ericsson Experia X2.

"Memang tidak semua seri Samsung atau Sony Ericsson terbaru akan menggunakan Windows Phone. Akan tetapi, berdasarkan in­formasi vendor, tahun ini akan muncul lagi beberapa seri pengguna sistem kami."

Dia belum bisa menyebutkan seri ponsel berikutnya dengan alasan kerahasiaan bisnis. Akan tetapi, jenisnya kemungkinan besar masih berupa ponsel cerdas yang akan menyokong mobile office.

Menurut dia, segmen pengguna layanan tersebut sebenarnya masih terbatas yakni karyawan kantoran yang kerap bepergian. Akan tetapi, dia optimistis jumlahnya akan meningkat dalam waktu ke depan.

"Ini juga sejalan dengan tumbuhnya kesadaran masyarakat Indonesia akan Internet, akan pentingnya efisiensi biaya operasional melalui gadget. Jadi, potensi kami untuk tumbuh juga masih ada."

Microsoft Indonesia menilai pertumbuhan juga akan disokong oleh pelayanan distribusi maupun layanan purnajual. Sebab, proses pe­ningkatan versi sistem operasi ke depan akan ditingkatkan.

"Saat ini belum tersedia layanan interaktif bagi pengguna dalam me­ningkatkan versinya. Akan tetapi, sebenarnya kami sudah berikan, hanya saja masih sebatas memenuhi permintaan."

No comments:

Post a Comment

There was an error in this gadget